“Ma, uangnya kurang empat ribu!” teriak anak bungsuku yang saat itu sedang membeli minuman di salah satu kedai. Dalam hati aku kaget, busyet mahal amat?? Minuman apa yang dibeli oleh kedua anakku…???
Sore itu sepulang kerja aku janji ketemuan dengan seorang relasi di suatu kedai bersama kedua anakku. Daripada mereka ikut nimbrung urusan orang dewasa maka aku berfikir untuk membelikan donat kesukaannya (… aku lupa beli minumannya…) Walhasil mereka protes dan serta merta kusuruh mereka membeli sendiri minuman dengan kubekali uang lima puluh ribuan. 5 menit kemudian , saat aku dan relasiku sedang ngobrol-ngobrol tiba-tiba anak bungsuku minta uang tambahan empat ribu.. akupun kaget dan dalam hati bertanya “minuman apa yang dia beli, kok mahal amat, sampai lima puluh empat ribua..??? (bagiku uang segitu sangat mahal untuk 2 gelas minuman) Tapi tetap kuberikan uang tambahan karena aku malu dengan relasiku itu. Sebentar kemudian kedua anakku datang membawa milkshake choco gelas besar sambil tertawa-tawa riang…. Ampuuuuunnnn………..pantesan mahal, aku setengah sewot tetapi kupendam dalam hati.
Setelah aku dan relasiku selesai ngobrol-ngobrol akhirnya kami memutuskan untuk menyudahi pembicaraan dengan alasan hari sudah malam dan aku belum mandi.
Di dalam mobil selama perjalanan pulang dari kedai ke rumah, mulutku tak henti-henti ngomel untuk masalah (sepele) ini, kuingatkan mereka bahwa kita tidak boleh boros…masa’ beli minuman aja seharga lima puluh empat ribu…????…
Si bungsu terdiam dan tidak berani mengucapkan apa-apa sedangkan si sulung langsung minta maaf tetapi tidak kugubris dan malahan aku terus aja ngomel dengan kata-kata yang tidak semestinya aku katakan padanya…. sebenarnya saat itu aku sadar tidak semestinya aku memarahi mereka seperti itu, tapi apa boleh buat sudah telanjur, lagipula aku dalam keadaan capek sehingga mudah sekali emosi jika ada ha-hal yang menancing amarah…Aku ga bisa ngerem mulutku sendiri….aku ibu yang jahat memarahi saat anak sedang bergembira dengan kesukaannya…
Sampai di rumah aku langsung mandi dan setelah selesai mandi kudapati anak bungsuku yang berumur 5 tahun sudah berdiri di depan kamar mandi sambil nangis dan minta maaf, “ma maaf ya ma…ma maaf ya ma…ma maaf ya ma..”
Aku sungguh iba melihat matanya dengan tatapan penuh ketakutan, akhirnya kupeluk dia dan akupun meminta maaf padanya. Aku heran kenapa aku selalu tidak bisa mengontrol emosiku terutama saat anak-anakku membuat ulah… apalagi kalau yang buat ulah adalah si sulung… aku jarang akur dengannya…
Saat mereka sudah tidur… aku sangat menyesal dengan perbuatanku… Kucium anak-anakku…Aku heran kenapa aku ga bisa mengontrol emosiku…??? Sejujurnya….Sesungguhnya aku sangat mencintai dan menyangimu anak-anakku….Lebih dari apapun di dunia ini, hanya kalian tumpuan dan harapanku…. Maafkan Mama sayang…. Mama sayang kalian berdua….
Jangan pernah kalian mendendam pada Mama.. Maafkan mama….